Posted in Curhat Colongan, My thought

Pria impianku

Kemarin malam gw mimpi. Mimpi yang menurut gw menyenangkan. Ni kayaknya gara-gara gw kekeringan kasih sayang huahahaha…

which_ryan_gosling_is_your_dream_man_featured_large
it’s not Ryan Gosling though

Seperti biasa gw bangun jam 12-1 malam. Kebiasaan. Cuma buat liat jam dan ganti channel tv, lanjut tidur lagi. Nah tidur fase ke dua ini gw mimpi. Ketemu seorang pria – jangan tana gimana ketemunya, gw ga inget – berkulit sawo matang, rambut hitam rada keriting dan kurus. Sepertinya gw kenal dia. Sepertinya. Dan berhubungan dalam pekerjaan. Sepertinya.

Dan dia jauh lebih muda (hehehehe….)

Ni orang mengajukan lamaran ke gw ala-ala bule gitu, yang nanya ke orangnya bukan langsung ke ortunya. Gw yang dah malas bercinta (huatciiiiih…..) tapi masih pengen dicintai (huahaha) dan ga percaya sama yang namanya jodoh (dah keburu males) ya rada-rada mikir dan ga percaya. Gile bo, anak kecil lamar tante-tante (ehem). Dan tu cowo keukeuh.

Bosen karena dipepet terus, gw bilang supaya dia dateng aja ke wali gw kalo emang serius dan harus menyetujui 3 syarat. Kalo ga mau ya dadah bye bye aja. Secara gw dah ga minat-minat banget buat nikah. Syaratnya gampang: ga ada resepsi mewah, ortu setuju (secara cowo gw yang sekarang, ortunya ga setuju ma gw dan gw ga mau memisahkan anak dengan orang tua) dan satu syarat lagi adalah jangan mengharapkan anak dari gw karena usia gw dah males buat punya anak. Dan tu cowo serius setuju.

Sambil mikir dan liatin tuh anak orang gw berfikir kalo dia serius maka gw bersedia meninggalkan pekerjaan gw dan bersedia hamil dan ngikutin dia. Pengorbanan yang gw anggap besar.

Sial, habis itu kebangun karena menjelang subuh. Seperti biasa gw selalu bangun jam 4 dam tergantung keadaan apakah mata mau merem lagi menunggu subuh atau tetap melotot. Seperti biasa itu juga waktu gw mengosongkan kandung kemih dan usus besar. Beres, tidur lagi. dan mimpi pun tak kembali.

Bangun pagi dengan kepala yang lebih ringan karen sebelumnya gw ditolak (banyak amat yang nolak gw, ga cuma manusia tapi juga peluang jalan-jalan).

Malam ini gw bersiap tidur dan berharap ada kelanjutan dari mimpi kemarin. Apa jadi tuh bocah ngelamar gw?

Apa perlu gw cari di dunia nyata bocah brondong yang lagi ngejar gw….

Entah lah.

Mari kita tidur dan bersiap mimpi indah.

Posted in My thought

I miss you like the moon misses the sun

Valentine day!

Tapi si T tidak percaya pada hal-hal kayak gitu. Valentine mah bukan budaya kita. Katanya. Walhasil Ko pun cuma bisa memandangi berbagai macam hal yang berbau valentine: coklat, hati, cinta, bunga.

Ulang tahun lupa, tanggal jadian ga ingat. Mbok ya pas valentine jadi pertanda inget kalo punya pasangan yang pengen dikasih sesuatu…

“enggak. Kapan aja kalau mau kasih bisa kok. Ga nunggu ulang tahun atau valentine”

Yaaaaah si adek eh si abang ini gimanaaa sih…. Tuaan gayanya daripada umurnya -_-

So hari ini pun Ko cuma bisa misuh-misuh lihat hati bertebaran. Apalagi 2 hari ini si Abang ga bisa dihubungi. Nasib LDR, rumahnya ga bisa digruduk begitu menghilang ga kasih kabar berhari-hari.

Sambil menatap layar skype dengan tanda busy di namanya, rasanya sedih.

If we are no longer together, I will miss your calls. I will miss our chats. I will miss the feeling of intimacy. I will miss the feeling that someone belong to me. I will miss the feeling that I longed to someone. I will miss your hard to smile-face. I will miss the moment when I tease you to make you smile or force you to little bit romantic. Something that you can’t do.

368873841ad4ed9179e8a8aef1674be9

If we are no longer together, I will miss the moments when I steal the screenshot of our video calls. I will miss your missed calls since we are 6 hours apart. I will miss your text. I will miss your face. I will miss the feeling of i need to go home early just for you. I will miss the urge to open the skype just to say hi.

I will miss you

I will be lonely, I will be sad and cry like I used to be when you were mad at me.

But if you find someone new that better than me to accompany you, it is ok to leave me.

Just forget me and disappear from my life. It’s ok.

Do not contact me. Do not ask me.

Just disappear.

 But not now, please.