Posted in GAD, My thought

Email Phobia

Well, Ko menderita anxiety disorder. Anxiety Disorder adalah gangguan akan ketakutan (fear) dan kecemasan (anxiety). Ketakutan yang amat sangat terhadap masa depan atau sesuatu yang belum pasti.

Yah, sebenarnya sih normal-normal aja takut akan masa depan. Siapa sih yang ga cemas akan masa depan yang ga pasti? Jangankan sebulan atau sehari, 1 jam dari saat ini pun belum pasti. Tapi buat penderita GAD, kecemasan dan ketakutan itu menimbulkan dampak yang sangaaaaaaaat besar. Mulai dari detak jantung yang mendadak cepat, gemetar, histeris, sakit kepala, sakit perut yang dikira maag, lemas, banyaaaak dan tiap orang memiiki dampak beda-beda.

Nah, salah satu yang dirasa makin mengganggu adalah anxiety terhadap surat, email, sms dan telepon! Semakin hari semakin sulit untuk membuka email dan membaca surat yang masuk. Semakin hari semakin cemas membuka sms dan menjawab telepon terutama dari nomor atau orang yang ga dikenal. Padahal setelah dibaca (atau diterima), isinya biasa-biasa aja. Ga perlu ditakutkan.

Namun setiap kali akan membuka email, atau membaca sms atau menjawab telepon, tiba-tiba detak jantung terasa lebih cepat, kaki dan tangan mendadak terasa dingin dan perasaan ga karuan. Bener-bener totally crazy. Butuh beberapa saat buat menenangkan diri dan menjawab telepon atau membuka email dan sms. Termasuk surat!

Ada surat yang Ko ga pernah buka selama bertahun-tahun! Cemas dan takut akan isinya (yang mungkin aja cuma bilang: hi, kamu kuliah besok). Butuh beberapa hari untuk membuka email dan mendapati kesempatan emas lepas begitu saja karena tidak segera direspon.

Ternyata phobia terhadap email ini tidak saja dialami oleh Ko. Beberapa orang mengalami hal yang sama: ketakutan membuka email. Dan memang sangat sangat sangat mengganggu pekerjaan dan kegiatan.

Orang-orang di sekitar Ko seringkali tidak mengerti dan beberapa orang menganggap Ko sakit jiwa. Tidak banyak yang tahu karena Ko memilih untuk men-share derita ini hanya pada beberapa orang. Seorang teman malah menganggap Ko sebagai seorang bipolar yang jelas jauh berbeda. Mereka hanya berkata: “halah cuma segitu aja masak lo takut” atau “lo aneh” atau “lo stress”. Ketakutan Ko amat sangat, melebihi ketakutan akan melihat ular yang Ko tau dia akan segera lewat dan menghilang dari pandangan.

Sejauh ini, Ko sendirian. Tidak berani untuk mengadu atau mengeluh. Tidak berani meminta pertolongan karena buat mereka, ini cuma ketakutan yang dianggap berlebihan. Ko berharap mereka mau memahami Ko tapi kalaupun mereka tidak memahami, ko mengerti.

Harapan Ko terwakili dengan video dari The Mighty: 14 THINGS THAT PEOPLE WITH ANXIETY WANT THEIR FRIENDS TO KNOW dan What People With Anxiety Want Their Significant Others to Know

Advertisements