Posted in My thought

Hari Minggu Saya

Sudah beberapa lama ini, beberapa kenangan selalu muncul dalam ingatan saya. Ada yang bilang kalau sudah banyak kenangan yang datang, kematian akan segera datang.

tapi entahlah, kita nikmati saja banjir kenangan ini…

Dari kecil, hari minggu itu hari sibuk untuk urusan domestik. Dari masa Ko kecil hingga terbawa saat dewasa. Dimulai dengan pagi hari yang hiruk pikuk dengan mengumpulkan pakaian yang hendak dicuci. Lima orang anak plus 2 orang dewasa selama 1 minggu. Ditumpuk di hari minggu dengan harapan jam 4 sore sudah kering untuk disetrika.

Biasanya 3 dari 5 anak akan membantu mencuci, pakai tangan. Ibu akan sesekali meninggalkan lapangan perang buat masak. Bapak turun tangan. Selesai mencuci, makanan siap dan makan siang dimulai. Makan bareng-bareng setelah capek mencuci.

Tapi urutan ini sebenarnya ga sedamai itu, penuh peperangan. Karena ada yang ambil bagian buat “bolos” mencuci atau mengambil kesempatan untuk mengerjakan pekerjaaan yang lebih ringan seperti membereskan rumah.

Mencuci itu menyebalkan. Juga menyetrika….

Saat ini waktu mencuci dan membereskan rumah sudah bergeser ke hari Sabtu karena sekarang weekend itu Sabtu-Minggu, ga lagi di hari Minggu seperi masa kecil.

Tapi pekerjaan masih ga berubah: dimulai dengan mengumpulkan baju yang akan dicuci, mencuci, membereskan rumah, masak dan menikmati semua itu sebelum zuhur. Ga lagi ber-7 tapi hanya berdua: saya dan Ibu.

Ibu ga lagi turun tangan, beliau cukup jadi pengawas yang hilir mudik salah tingkah. Biasa sibuk, di masa tuanya yang tenaganya sudah jauh berkurang tidak lagi memungkinkan beliau buat bekerja keras. Tapi keinginannya yang kuat membuat beliau menjadi serba salah dan membuatnya hilir mudik. Yang menambah kerjaan karena lantai yang masih basah kembali berjejak.

Ko mulai membuat siasat dengan meletakan ibu di dapur. Menyiapkan semua bahan makanan dan mencontohkan bagaimana cara menyiapkan masakan -tapi tidak memasak.

Menjelang masa akhir hidupnya, beliau mengalami dementia akibat tumor otak.

Sementara itu Ko akan berusaha menyelesaikan kebersihan rumah dan mencuci sehingga saat lantai kering, Ibu bisa masuk ke ruang tengah tanpa takut terpeleset akibat lantai basah dan tidak meninggalkan jejak.

Makan bareng setelah beres2 rumah itu menyenangkan. Sampai sekarang masih terkenang kedamaian makan bareng bersama ibu di hari minggu. Makannya ga susah, asal ada lalap, ikan dan sambal. Tapi semenjak dimentianya mulai muncul, agak sulit untuk mengetahui apa yang dia inginkan.

Rumah rapih, makanan enak, ada ibu….

Mendadak hari ini saya ingin kedamaian itu ada lagi. Saya ingin ibu saya kembali. Meski kami tidak memiliki hubungan yang cukup dekat di masa remaja saya (bahkan hingga terakhir, mengingat beliau lebih konsern ke si kakak), saya sangat mendambakannya.

Di tahun-tahun terakhir beliau, saya berusaha kembali dekat. Masih agak sulit tapi saya berusaha. Meski saya gamang karena selama ini tidak pernah berusaha dekat.

Hari Minggu ini sambil membereskan rumah, saya kembali menginginkan ibu saya ada. Menikmati makanan sederhana sambil menikmati rumah yang bersih. Selama 1 hari dalam seminggu.

 

Advertisements