Posted in My thought

Gw dendam….

Jarang-jarang loh gw marah sampai bikin berbekas di hati. Biasanya gw cuma cengir aja dan masa bodoh. Toh berapa lama sih perasaan sebel akan bertahan.

Tapi kali ini gw bener-bener marah dan dendam. Kalo kata Cici gw: lo ga boleh gitu. Ingat ada karma. Kita tanam karma baik. (Gw ma cici beda agama. Cici agamanya budha dan beliau emang bener-bener baik dan tulis -. Oh cici juga beda ras. Gw si melayu berkulit hitam eh coklat eh kuning (tergantung kulit mana, yang sering terpapar matahari warnanya lebih gelap) sedang Cici keturunan China).

Gw terbiasa untuk melakukan karma baik. Jujur dan sedikit membanggakan diri. Jadi pada saat gw terkena musibah, gw rada berharap tuh kalau ada yang, minimal datang lah menghibur. Ga usah kasih bantuan dan dana deh. Nyokap dah lengkap.

Tapi ga ada yang datang…..

Bahkan saat gw nangis diam-diam di cubicle gw ga ada yang perduli. Beberapa ada yang datang, mengucapkan belasungkawa dan pergi.

Lah… emang apa yang gw harepin sebenarnya?

Sebenarnya sih ga banyak. Gw cuma berharap ada teman yang mau melewati masa duka. But no one come, including orang yang gw bela-belain temenin saat keguguran di RS, ortunya meninggal atau kena musibah.

Gw kira karena mereka pernah mengalami kejadian duka, mereka akan paham sedih gw.

Ternyata enggak!!!

dan gw tersaruk-saruk sendirian.

Semenjak saat itu, gw mulai membatasi rasa empati gw terhadap orang yang berada di sekitar gw. Mungkin salah, tapi gw juga harus cerdas dalam menghadapi kekecewaan. Ga lagi kayak dulu yang datang dan menemani.

Dendam yang sangat buruk.

Mungkin gw salah tapi untuk saat ini, itu yang terbaik.

Gw cuma berharap semoga mereka tidak mengalami apa yang gw alami: ditinggalkan saat membutuhkan bantuan dan terjatuh.

Meski gw sangat ingin mereka merasakan apa yang gw alami.

Kata Cici, mulailah untuk menanam karma dan menghilangkan kebencian. Dan gw belajar menanam karma dan menghilangkan kebencian tapi bukan ke mereka yang pernah mengaku teman.

Posted in Curhat Colongan, My thought

Teman. Friend. Hoa

Seorang teman menulis tentang “kegelisahannya” mengenai perilaku orang yang berbicara dibelakang. Well, dia ada masalah dan hampir semia orang tahu. Ko juga tahu.

Ko bisa mengerti perasaannya. Saat sendirian menghadapi masalah dan tak tahu harus berbuat apa, butuh seseorang untuk mendengarkan dan berbagi cerita. Rasanya dunia gelap dan buntu.

Bicaralah pada tuhan. Katanya.

Mungkin saya kurang berbicara dan bercengkrama pada tuhan, seperti kata mereka. Memohon dan berharap pada kebaikan tuhan tanpa berjuang adalah sia-sia dan Ko merasakan berusaha untuk bangun dan melangkah setiap hari, setiap jam, setiap detik, sangat…sangat…sangat susah. Apalagi sendirian.

Dan itu salah satu penyebab dari berbagai macam kegagalan yang dampaknya sampai sekarang masih dirasakan. Masih ada sisa. Malah mungkin begitu kembali ke Indonesia, muncul masalah baru yang harus disembunyikan dalam senyum kepura-puraan.

Anyway, dulu saat Ko susah dan terpuruk di negara orang, ada beberapa orang yang mendekat dan menjadikan Ko teman, secara tidak sengaja. Menjadikan Ko aman dan terlindungi. Kemudian mereka menyusut karena kesibukan namun tidak melupakan. Tertinggal 1-2 orang yang saling berkirim kabar dan menguatkan.

Tidak menilai, tidak men-judge, mengingatkan, mentertawakan kebodohan masing-masing. Cerita yang ga pernah habis.

Menurut KO, mereka adalah teman. Kami berani bercerita tentang rahasia terdalam, semua kesedihan dan kegembiraan tanpa takut akan ada issue dibelakangnya atau kemarahan yang timbul.

Tapi kemewahan itu terasa dicabut ketika kembali kesini. Hingga sekarang Ko ga merasa punya teman. Teman berbagi dan saling menguatkan. Seseorang yang selama ini dianggap cukup dekat dan bisa menjadi tempat curahan hati malah memarahi Ko ketika Ko mulai bercerita tentang kecemasan. (Yes, I have anxiety)

“Gw ga suka kalo lo mulai gitu. Lo harusnya kuat. Lo selalu dengerin cerita gue tapi lo ga pernah cerita seperti gw cerita….

Dan ko terdiam. Ga berani meneruskan pembicaraan.

Ada lagi yang bereaksi lain. Menyalahkan. “kamu sih terlalu sensitif. Orang cuma gitu aja. Orang lain aja ga papa. Kamunya aja yang cengeng”

Oh well, Ko memang sensitif sejak dulu. Kalau ada yang bilang rupa Ko jelek, maka seumur hidup stigma itu tertinggal. Lebay? jangan ikut-ikutan deh menyalahkan Ko.

Makin menarik diri. Makin takut untuk membuka diri. Dan ini menambah beban.

Jadi, ketika seorang bilang: “Yok ikut aja acara kumpul-kumpul, Mas J teman Ko kok, jangan takut sendirian”

Ko terpana. Tau ga sih kenapa dari dulu gw ga mau kumpul terutama dengan Mas J? karena dia pencemooh dan Ko tidak sanggup berhadapan dengan seseorang yang mudah mencemooh.

I keep myself friendly just to keep some space from others.

Being near someone it does not mean you are a friend. No no no…

cc7a8bbb6120bc86831b192b1dc458f8

Teman ga perlu menilai. Teman ga perlu ikut-ikutan berlaku bodoh. Teman adalah seseorang yang menjaga kita dari keterpurukan dan menemani saat jatuh terpuruk. Tidak mencemooh saat kita tergelincir atau merasa tergelincir, yang mengulurkan tangan saat kita terjatuh kemudian mentertawakan bersama kebodohan yang dilakukan.

c605ef2bb92f595928550165198768d7

Teman adalah yang sms atau telepon kita saat lama tak bersua hanya untuk bilang: oooooi….. memastikan kita hidup dan tidak jatuh dalam kesendirian. Yang akan membiarkan kita menggila sesaat dan menarik kembali untuk bilang: have you done?

640baee28d0c5cf97303f1cda5214dbe

However, If I am being nice and supportive to you, it does not mean I am your friend. I just treat you as a human being even though I know you treat me like a garbage.

Posted in My thought

Firasat kematian

Seandainya kematian bisa diduga…

100 hari pikiran menerawang

40 hari makin berbeda

7 hari kaki mendingin menjelang sore

menangis

melihat jiwa akan pergi ke neraka atau ke surga

seandainga kematian bisa diduga

Posted in My thought

Saat gue sedih dan sendiri, gw yakin bahwa ada banyak orang di luar sana yang jauh lebih sedih dan sendirian dan menderita melebihi gw.

Kalau mereka kuat, gw juga kuat….

Posted in Curhat Colongan, My thought

It is a no-no untuk Single Baper

Nah nah nah… Jadi single itu punya masalah sendiri apalagi kalo yang baperan kayak gw. Jujur aja, gw baperan apalagi menjelang menstruasi: tingkat baper meningkat berkali-kali lipat.

Mulai dari baper yang tingkat rendah sampe baper yang tingkat tinggi dengan meraung-raung. Apalagi pas masa PMS, tingkat kebaperan tau-tau melonjak.

Nah masalahnya kan karena kita (ciyeeee… kita….) perempuan, doyan dong sama yang manis-manis, unyu, penuh pengharapan. Kayak nonton itu tuh “Say Yes to The Dress”. Itu acara tentang pencarian baju nikah yang ideal atau yang dicari para calon pengantin. Mereka mencoba berbagai baju, mendapatkan masukan dan membeli baju yang sesuai atau pulang dengan tangan hampa untuk mencari baju lain yang dirasa sempurna.

Menyaksikan mereka menangis bahagia karena menemukan baju yang sempurna itu bikin baper tingkat dewa. Karena gw tau gw ga akan bisa memakai baju indah atau berada dalam upacara penyatuan dua manusia.

Eh tapi gw tetep terus nonton sambil baper juga sih wkwkwkwk

Mana TLC siarinnya maraton lagi. Hadeeeh….

800
Source: The Onion

Terus dilanjut dengan Bride gone wild  dan the Big Day. Hadoh…hadoh… skala baper melonjak.

Eh tapi gw tetep terus nonton sambil siapin tissue dan ngutuk-ngutuk tapi iri. Campur aduk perasaan

Memang seharusnya single baperan ga boleh nonton acara-acara kayak gini.

Satu lagi yang bikin baperan adalah nonton channel food. Hadooooh… makanan dan masakan. Enaaaaak dan bikin lapar. Juga bikin baper. Lah mo masak, buat siapa? juga pasti butuh efforts yang banyak tanpa ada yang makan.

Mo kasih tetangga? tetangga gw cuma 1. Agak kurang memuaskan juga. Hadeeeeh.

8441725e94b3095e75b6de5d426479ca
Source: Instagram

Baper… baper… baper… laper….

Ga baik kayaknya kalo si single baperan nonton kayak ginian.

Baca chicklit juga bikin gw baper. Tuh buku-buku dah lama ga masuk dalam daftar pustaka gw. Ga sangguuuup liat wanita-wanita itu mendapatkan keinginan mereka sedang gw masih kejar-kejaran mencari cinta dan ga pernah tertangkap.

iriiiiii…….

Nonton film drama romantis satu lagi siksaan. Ish.. ish…ish…. Malah lebih banyak nangis dan bapernya. Rasanya sakiiiiit banget pas diakhir cerita pasangan itu mendapatkan kebahagiaan.

Gw kapaaaaann????

Bapernya si single yang baperan emang dasyat….

4a277054f1ebed5dfc57ac7ae2ecb654
Source : Instagram

 

 

 

Posted in My thought

KIRANA… kirana

Awalnya karena baca curhatan seorang ibu di explorer instagram tentang anaknya yang menderita penyakit akibat alergi. Seperti biasa, saya yang mudah luluh, mencoba memberi semangat meski mungkin ga terbaca karena tertimbun dengan ratusan koment lainnya.

Setelah memberikan komentar, jadi kepo tentang si ibu yang dipanggil Ibook oleh instagrammer lainnya dan tweng… weng… instagramnya penuh dengan anak kecil bermuka bundar dengan rambut ala Chibby Maruko Chan. Kartun kesukaan saya sejak kecil.

e2d9cd252e5a890cd0b1c84945090883
Source: Pinterest

Sejak saat itu saya mabuk dan keranjingan dengan gadis kecil ini. Bahasanya khas dengan suara yang imut dan cerdas berusaha mengolah kata. Nama panggilannya Kirana. Paling lucu saat dia bilang Sowwy…. (sorry). Sepertinya Kirana berperasaan halus dan sensitif tapi kadang tegas. Saat ayahnya menggigit Kirana karena gemas, Kirana demand sang ayah untuk say sowwy. Atau saat temannya menyenggol hingga Kirana terjatuh, mbak Kirana menuntut permintaan maaf.

Kirana itu ekspresif. Saat mendengarkan ibu bercerita, mukanya larut dalam cerita ibu. Gayanya pun trendi: berkacamata hitam dengan paduan baju yang sporty. Kirana terbentuk karena ayah dan ibunya. Dan Ayah Ibunya terbentuk bagus karena orang tua mereka, kakek nenek Kirana.

Itu dugaan saya. Karena saya tidak kenal dekat dengan mereka. Saya hanya tau dari instagram sang ibook.

5ee86e3d2a04f7894c75ca4bb330f835hening
Sumber: Bintang

Hari itu saya mendapat kabar kalau buku Ibook akan segera terbit: Happy Little Soul. Tanggal 1 April 2017, 00.00 am. Waduh. Harus beli nih. Mo tau tentang si gadis kecil, Kirana. Menunggu jam 00.00 am itu susah buat saya, si tipe pelor (nempel, langsung molor) plus yakin kalo ga mungkin lah kehabisan. Gagas Media, sang penerbit sudah mengumumkan toko-toko buku mana yang akan menjual secara online bukunya Ibook.

Daaaaaaan……

saat jam 4 pagi mulai membuka link yang diberikan Gagas Media, kebanyakan sudah sold out…

Tidaaaaaak……..

Jam 8 pagi, masih tidak dapat. Sedih ga dapat. Untung itu hari Sabtu, jadi saya bisa bebas pantengin laptop seharian. Demi Kirana.

Sampai akhirnya “ngadu” ke ibook lewat instagram kalau ga dapat. Seorang instagrammer komentar supaya cari di Buka Buku karena dia berhasil memesan disana baru saja. Terburu-buru memesan dan saya masuk untuk membayar. Segera. Beres.

a75e998d-c177-480a-a91f-b40095f462c2
Sumber: Detik

Masih ragu. Apakah saya masuk list sebagai pembeli atau cadangan. Berharap sajalah masuk list. Kan dah bayar. Bersabar sampai tanggal 11 karena baru dikirim tanggal itu. Supaya ga kepikiran terus, saya berusaha membaca buku yang lain: Matahari-nya Coelho. Tapi tetep, Kirana masih dipikiran.

Ini satu-satunya buku yang sempat bikin saya patah hati karena hampir ga dapat, berjibaku keras dan bahkan mengalahkan sifat hemat saya yang ga hemat (loh…). Ini buku juga yang menarik saya kembali ke root untuk membaca buku. Bertahun-tahun membaca secara online hanya untuk pekerjaan, Kirana membuat saya kembali ke basic: membaca buku.

Buku Happy Little Soul akhirnya sampai ditangan, plus bonusnya: pembatas buku dan permainan bongkar pasang Kirana. Permainan saya waktu kecil hahaha…. Mengulang kembali berpuluh-puluh tahun yang lalu.

ecc093c21614c8d8700255ff833457d3
Sumber: BukaBuku

Saya tidak mempunyai anak dan kecil kemungkinan memiliki anak. Keponakan saya pun sudah besar dan jauuuuuuh di lain kota. Melihat Kirana, ada kesedihan yang terlintas karena tahu saya tidak mungkin memiliki bocah lucu keturunan saya sendiri. Melihat Kirana juga, ada kebahagiaan yang timbul karena saya seperti terlibat dalam kehidupan anak yang saya impikan.

Semoga Kirana tetap sehat dan ibook bisa mendidik Kirana menjadi wanita yang mumpuni.

Selamat atas kehamilan ibook, sang adik buat Kirana.

Posted in My thought

I Know your secret…..

Lagi beredar gosip di lingkungan Ko, tentang hubungan asmara 4 sudut. Empat sudut karena masing-masing pelaku sudah punya gandengan. A cinta B dan B katanya cinta A tapi A sudah menikah dengan C dan B sudah menikah dengan D. Pusing.

Cinta….. Penderitaannya tiada akhir…..

Ko telat tahu. Sementara yang lain sudah tahu bahkan sudah bertemu. Dan sialnya ketika akhirnya berita itu sampai ke telinga Ko, membangkitkan instink lama: instink Be Gos. Instink yang dah lama ga kambuh. Well… well…

Kamu nakal ya… dan aku tahu….

Wah..wah… wah…

Mengetahui rahasia seseorang tuh kayak menggenggam dunia(nya). Apalagi kalau dia tahu bahwa kita tahu. Apalagi kalo rahasianya tuh kelam. Wiiiiih…… makin tunduk dia sama kita….

Teori…..

Tapi siapa sih manusia yang ga punya masa lalu, baik yang kelam mau pun yang terang. Mau yang disembunyikan dalam-dalam atau yang bisa muncul dipermukaan dengan tiba-tiba. Akan ada selalu orang dari masa lalu yang pernah menjadi bagian atau menjadi pelaku muncul dan bercerita. Baik langsung bicara kepada kita ataupun kepada orang lain.

Si pelaku-pelaku BiGos ini yang menjadi penyambung nyawa rahasia terkuak dan menyebar menjadi gosip subur di kalangan pencinta gosip. Berita yang isinya cuma A menjadi A titik titik karena biasanya para pencinta gosip suka lupa isi beritanya yang asli atau bercampur dengan khayalan sendiri.

Walhasil yang cerita aslinya adalah sembelit, diujung pencinta gosip malah jadi diare. Hadeh…hadeh….

Tapi begitulah dinamika hidup.

Ko yang berusaha hidup lurus pun masih memiliki rahasia gelap yang menyeramkan. dan Ko dengar, manusia-manusia itu berbagi cerita tentang rahasia tergelap ko.

Stop… I do not want to hear it. Itu kata Ko waktu seorang teman bilang: I know some gossips about you”

Prinsipnya adalah: See no evil, hear no evil, talk no Evil.

You can talk rubbish about me but I am the the wise monkey.

monkeys