Posted in GAD

GAD – General Anxiety Disorder – Gangguan Kecemasan Berlebih

Dalam tulisan yang lalu, Ko cerita tentang phobia email. Kecemasan yang berlebihan ketika menerima email, telepon, sms. Bikin gangguan dalam pekerjaan dan (mungkin) bisnis. Mungkin sudah banyak yang cerita tentang GAD ini, tapi Ko berniat buat cerita sebagai salah satu penderita yang menderita.

Teridentifikasi sebagai GAD saat kuliah dulu. Dan impactnya buruk. Sangat buruk. Pada pagi yang cerah, Ko mendapat tugas untuk presentasi. Dan mendadak kecemasan mencekam. Ko keluar kelas, duduk di taman dan menangis! Hanya untuk tugas presentasi. Saat Ko menceritakan ke seorang teman, dia malah bilang:“It’s just a presentation!”

I know! It is just a presentation. Giving talk and waiting for questions, answer it. Done!

Tapi……  Entah kenapa hal itu jadi kepanikan. Padahal biasa loh kasih presentasi.

Awalnya dari situ dan dilanjutkan dengan panic attack yang terus-terusan datang menyebabkan tangis histeris. Hampir setiap hari. Bahkan ada dalam 1 waktu, 3 bulan Ko hanya keluar untuk beli makanan dan mengurung diri di kamar. Dulu Ko ga tau, sampai seorang teman menyeret Ko ke counselor dan mereka memberi obat penenang yang ga Ko sukai. Cuma beberapa bulan, setelah Ko mulai menguasai metode penguasaan diri (hehehe), obat pun ga lagi dikonsumsi. It was suck.

GAD atau General Anxiety Disorder adalah gangguan kecemasan yang berlebihan dan biasanya berlangsung lama. Cemas memang normal namun pada penderita GAD, kecemasan ini sudah demikian mengganggu dan merusak kehidupan normal. Yang dicemaskan itu ga cuma 1-2 hal tapi dalam banyak hal.

Mayo Clinic dan Help Guide menjelaskan kalo orang dengan GAD itu:

  • Selalu sangat khawatir atau sangat terobsesi dengan masalah-masalah, baik yang besar ataupun kecil.
  • Ga mampu untuk tidak khawatir, selaluuuu khawatir dan cemas
  • Ga mampu santai, selalu cemas dan merasa selalu di ujung tanduk.
  • Sulit untuk berkonsentrasi akibat kecemasannya dan merasa pikiran kita sering “kosong”, blank
  • Cemas dan khawatir saat harus memberikan keputusan, takut salah dalam mengambil keputusan
  • Selalu mempertimbangkan segalanya termasuk yang bersifat negatif
  • Sulit menghadapi ketidakpastian dan ketidakjelasan
  • Kekhawatiran yang terus menerus ada di kepala
  • Merasa bahwa kecemasan itu ga bisa dikendalikan
  • Adaaaa aja pikiran yang bikin kahawatir meski kita sudah berusaha menyingkirkan rasa kekhawatiran itu
  • Iu yang bikin kita selalu menghindari hal-hal yang dirasa bikin khawatir

Sebenarnya normal sih tapi menjadi tidak normal karena kecemasan terus-menerus hingga menyebabkan gangguan pada kehidupan sehari-hari. Seperti pada kasus Ko, yang mendadak suka menangis termehek-mehek kayak diputusin pacar (Padahal pas diputusin pacar beneran, Ko santai aja. Nangis bentar dan langsung patahin tangan hehehe).

GAD ini bikin:

  • perasaan capek dan tegang. Otot rasanya sakit
  • Sulit tidur karena selalu terbayang dengan pikiran, otak rasanya ga mau berhenti diam
  • Merasa ga santai
  • Perut sakit, mual, diare
  • Mudah kesal
  • Gemetar, lemes
  • Berkeringat berlebih
  • Sakit kepala
Insomnia
Lack of sleep

GAD ini bisa menyerang siapa aja: anak-anak, remaja, dewasa, orang tua. Bisa jadi menyerang si perfeksionis sehingga menyebabkan mereka terus menerus berusaha karena khawatir tidak sempurna. (Well, Ko bukan orang perfeksionis tapi Ko sangat takut akan penilaian orang yang beranggapan Ko tidak mampu).Orang GAD juga bisa menjadi rendah diri karena kecemasan terhadap hal-hal yang seharusnya ga perlu dicemaskan, selalu butuh persetujuan dan selalu butuh penilaian bagus atas semua pencapaian (well, itu yang Ko rasa. Satu hal yang dirasa mengecewakan orang lain, bisa bikin ga tidur dan merasa bersalah lamaaaa sekali).

Tapi ya, yang Ko rasa ga semua point diatas Ko rasakan. Ko malah banyak molor. Karena dengan molor, Ko bisa melupakan masalah. Tidur adalah mati yang dirindukan karena tahu, besok bisa bangun

Apakah GAD ini sama dengan Panic Attack Disorder dan Social Anxiety Disorder? Menurut NIMH sih beti, beda tipis. Semuanya sangat mengganggu.

Gimana cara pengobatannya?

Psikoterapi. Ngobrol dengan orang yang tepat, psikolog, konselor. Mereka tau cara menanganinya. Kadang ngobrol dengan orang yang tidak paham malah akan meilai kita gila, berlebihan, lebay, baper dan malah bikin tambah khawatir.

Support group. Bisa sih ngobrol ma temen. Tapi yang beneran paham dan mengerti. Ko punya “saluran” untuk meluapkan kekhawatiran. Mereka di luar negeri dan kami biasa bercakap via chat. Mereka ga akan bilang: “Ah itu mah kamu aja kali yang ketakutan”. Mereka bilang: “are you sure? let see other option” or “let see the cause of your worry” dan kami pun mulai menimbang. Aman dan tenang. Ga bikin makin suntuk dan khawatir.

Managemen stress. Banyaaaak: meditasi, shalat, zikir, yoga, olahraga, menjahit. Banyak. Pertanyaannya: mau ga? Juga selama melakukan hal itu, ga  berarti langsung hilang. Perlakuan teknik napas dalam: Ambil napas, keluarkan, ambil napas dalam, keluarkan, ambil napas, tahan di perut, keluarkan pelan-pelan. Konsentrasi pada hal itu.

Pengobatan. Kalau dirasa perlu, dokter akan memberikan obat yang bersifat menenangkan. Meski obat ini ga akan menghilangkan penyebab kecemasan, tapi setidaknya menghilangkan dampak dari kecemasan. Obat yang diberikan bisa dari golongan antidepresan, beta-blocker, obat anti kecemasan.

Orang dengan GAD harus menyingkirkan semua unsur yang bikin tambah otak cemas: kurangi kopi (hadeeeeh), jangan minum-minuman keras, kurangi nikotin, makan yang benar dan sehat, istirahat yang cukup.

Pergilah ke dokter (psikolog), jika kamu sudah merasa kekhawatiran kamu sangat berlebihan sehingga menyebabkan kamu terganggu bahkan merasa ingin bunuh diri.

Jangan takut dianggap gila, karena sebenarnya GAD tidak gila, melainkan orang-orang yang mengharapkan dan berusaha akan sebuah kesempurnaan.

Bayangan selalu lebih gelap dari kenyataan

 

Advertisements
Posted in GAD, My thought

Email Phobia

Well, Ko menderita anxiety disorder. Anxiety Disorder adalah gangguan akan ketakutan (fear) dan kecemasan (anxiety). Ketakutan yang amat sangat terhadap masa depan atau sesuatu yang belum pasti.

Yah, sebenarnya sih normal-normal aja takut akan masa depan. Siapa sih yang ga cemas akan masa depan yang ga pasti? Jangankan sebulan atau sehari, 1 jam dari saat ini pun belum pasti. Tapi buat penderita GAD, kecemasan dan ketakutan itu menimbulkan dampak yang sangaaaaaaaat besar. Mulai dari detak jantung yang mendadak cepat, gemetar, histeris, sakit kepala, sakit perut yang dikira maag, lemas, banyaaaak dan tiap orang memiiki dampak beda-beda.

Nah, salah satu yang dirasa makin mengganggu adalah anxiety terhadap surat, email, sms dan telepon! Semakin hari semakin sulit untuk membuka email dan membaca surat yang masuk. Semakin hari semakin cemas membuka sms dan menjawab telepon terutama dari nomor atau orang yang ga dikenal. Padahal setelah dibaca (atau diterima), isinya biasa-biasa aja. Ga perlu ditakutkan.

Namun setiap kali akan membuka email, atau membaca sms atau menjawab telepon, tiba-tiba detak jantung terasa lebih cepat, kaki dan tangan mendadak terasa dingin dan perasaan ga karuan. Bener-bener totally crazy. Butuh beberapa saat buat menenangkan diri dan menjawab telepon atau membuka email dan sms. Termasuk surat!

Ada surat yang Ko ga pernah buka selama bertahun-tahun! Cemas dan takut akan isinya (yang mungkin aja cuma bilang: hi, kamu kuliah besok). Butuh beberapa hari untuk membuka email dan mendapati kesempatan emas lepas begitu saja karena tidak segera direspon.

Ternyata phobia terhadap email ini tidak saja dialami oleh Ko. Beberapa orang mengalami hal yang sama: ketakutan membuka email. Dan memang sangat sangat sangat mengganggu pekerjaan dan kegiatan.

Orang-orang di sekitar Ko seringkali tidak mengerti dan beberapa orang menganggap Ko sakit jiwa. Tidak banyak yang tahu karena Ko memilih untuk men-share derita ini hanya pada beberapa orang. Seorang teman malah menganggap Ko sebagai seorang bipolar yang jelas jauh berbeda. Mereka hanya berkata: “halah cuma segitu aja masak lo takut” atau “lo aneh” atau “lo stress”. Ketakutan Ko amat sangat, melebihi ketakutan akan melihat ular yang Ko tau dia akan segera lewat dan menghilang dari pandangan.

Sejauh ini, Ko sendirian. Tidak berani untuk mengadu atau mengeluh. Tidak berani meminta pertolongan karena buat mereka, ini cuma ketakutan yang dianggap berlebihan. Ko berharap mereka mau memahami Ko tapi kalaupun mereka tidak memahami, ko mengerti.

Harapan Ko terwakili dengan video dari The Mighty: 14 THINGS THAT PEOPLE WITH ANXIETY WANT THEIR FRIENDS TO KNOW dan What People With Anxiety Want Their Significant Others to Know