Blog

Posted in Uncategorized

Who am i to judge?

Feel miserable, sad, poor, depressed.

Other people have no food on their plates. Have no bottled water to drink. Have no good clothes to wear.

While i am have left-over nasi goreng, lots good clothes, good shoes, good house.

God bless me. I just not thank enough.

Posted in My thought

Man and woman behind keyboard

Today a woman (i suspect it is a woman based on her name account) call me crazy girl when replied my comment. I thought my comment was nothing, simple and not intended to other people but the subject. But somehow this woman thought it was appropriate to call me crazy girl.

Based on her account she is living abroad, married with a foreigner, and has 1 kid.

It could be she insulted my knowledge of immigration laws or just being a troll. Don’t know and don’t care. After she replied with the same word, i thought it was better if i left the fight and let other read and decided who was the crazy one. It is not worth to have cat fight on social media.

But it make me think about man and woman behind the keyboard. Just like i do. I follow several entertainment accounts and sometimes it is hard to hold my fingers after reading some (i think) stupid comments. Once i can keep my fingers but lately it is getting harder.

Gw selalu gatel buat komentarin status orang terutama di fb yang kelihatan konyol, hoax, ga ditunjang bukti valid. Apalagi kalo yang nulisnya gw anggap orang yang harusnya ngerti membedakan mana yang benar dan mana yang hoax. (Hasilnya gw sering banget di-unfollow ๐Ÿ˜‚ ).

Tapi gw jarang banget koment ttg orang lain atau gossip. Mo att dibully banyak orang krn tingkahnya atau mj dicerca karena tikam temannya, apa hak gw buat menilai. Meski jujur aja, gw baca tuh akun2 gosip dan lebih suka baca komentarnya. Ajaiiiib ๐Ÿ˜‚.

Ga ngerti gw dengan orang dibalik keyboard. Apa yang mereka pikirkan dan rasakan ketika mengomentari artis atau orang lain dengan bahasa yang begitu menyakitkan. Samaga ngertinya gw kenapa ni emak emak mangggil gw orang gila karena koment gw. Gw ga kenal dia, gw ga komentari dia (well, gw jawab sih kenapa ente jadi personal attack dan dijawab lo gila). Apa uang menyebabkan dia dengan mudahnya menilai orang lain?

Keyboard warrior dengan segala pemikirannya. Ada yang senang2 kayak gw dan ada yang benar2 merespon dengan sepenuh hati sehingga mampu mengejek orang lain. Apalagi tim sumbu pendek, gampang banget meledak. Dikasih foto nyeleneh sikit langsung meledak tanpa lihat latar belakang tanpa mau mencari tahu berita lengkapnya.

Aissssh…..

Ga ngerti gw…

—————–

Kronologi gw dibilang gila:

Gw komentar ttg berita seorang pedofilia ditangkap di inggris (kali dah tau beritanya). Jujur aja gw cenderung ke iseng drpd beneran mikir. Gw tulis: tolak dia balik ke sini, jangan kasi balik.

Dan this clever, wise-as* woman bilang: hey orang gila, dia pasportnya negara ini, harus balik ke negara ini, tau hulum (sic) imigrasi.

Gw jawab: oke lah gw gila situ waras yang tahu HULUM imigrasi. Kenapa ente personal attack, cuci dulu deh otaknya.

She said: orang gila lo.

Oh wow. Kalo koment gw yang dikut dan simpel kayak gitu bikin dia angot, kayaknya dia harus manjat koment2 sebelumnya yang menurut gw lebih kejam. Mungkin geger otak ni emak

Posted in My thought

Do i hate you?

I did. When i had my emotions and struggled to identify myself. 

Do i hate you now? 

I do not know.

I cursed people when they cut my line. I yelled at people when they caressly behave. But do i hate them? No i don’t think so.

I just try not to cry and depress. I tend to forget everything lately-just like my mom on the end of her life.

I want to remember every beatiful things. Enjoy every moments since one day maybe i will not or can not remember it.

Maybe one day i forget you. I forget how to write or call your name. Maybe i will tell a story about a friend which is you, to you. Maybe i will cursed you and told you about my hatred. Without knowing that you i am talking about.

But, do i hate you now?

I don’t think so. I am busy preparing myself. I do not want to waste my energy. 

I don’t give a damn bout you.

I am busy preparing myself.

To wake up…

To smile

To pretend everything ok

To drag myself on the circuit of life.

Posted in Curhat Colongan

What if i die?

Akhir-akhir ini nafas menjadi sedikit lebih berat. Entah karena lump, entah memang ada gangguan pernafasan lainnya. Entah.

What if i die?

Gw harus mempertanggungjawabkan hidup gw kehadapan tuhan. Tuhan yang belum pernah gw bayangkan. Yang selama ini gw nafikan karena berbagai alasan dan kesombongan. Dan gw pasrah. Karena ga bisa dielakan. Gw percaya itu.

Apa yang terjadi setelah gw meninggal? Berapa lama orang akan mengingat gw? Bagaimana dengan barang2 yang gw tumpuk? Adakah orang lain yang bersedia membagikan dan memanfaatkan? Bagaimana dengan hutang gw, adakah yang bersedia menanggulangi? Adakah yang mendoakan gw? Adakah legacy yang gw tinggalkan?

Atau gw hanya sekedar nama diantara ribuan nama. Sekelebat wajah yang tak bernilai. Sekedar kenangan yang makin mengabur.

Atau nama yang berusaha dilupakan karena memberikan kenangan tang tak menyenangkan. Bisik-bisik tentang keburukan dan kegagalan gw.

Gw ga tahu…

Teman gw baru-baru ini menjadi widower. Seorang teman teasingly menyodorkan gw dan bilang: kalo di kasur tutup aja mukanya.

Gw sedikit terkejut. Is that bad?

I know i am not pretty and i never think myself prettt. I am just feel fine with myself. I hardly look on mirrow since mirrow give me false reflection.

I feel fine looking myself but not others when they see me. So when this man said cover the face when you are in bed, it was hurt me.

At the end it is appearance that more important than brain and attitude. The size of your breast, ass, body, the good looking.

Will they remember me as fat, ugly, old maid? Or cheerful sweet kindhearted girl? Or clever but ill fate old woman?

Never know.

Should i consider those assumptions now? I think i shouldn’t even though it is bugging me right now and make me stay awake and crying.

I just need to clean my house and sort everything so wheb the time come, they know what to do with all of these stuff.

I need to leave some legacies for them so they can make the best use of it. Having no future and limited tine, i need to be well-prepared.

While writing this (and crying), i remember all people that i love, i think i love and concern. Some backstab me, some actually don’t care about me, some are not know me. One or two loves me without knowing me deeply. One or two always reach for me. Some depend on me.

Eventually i just a dust on their mind.

Besides remark about my face, some men love to tease my big butt and breast which i can handle it. And how fat i am.

No more hurt no more mad. Just like when they tease my marital status. They will pity on me if they understand the lump but it will not help me to get adequate respect from them.

Do i need them to respect me?

I do not know.

I am just a big fat, unflattering old maid who love to smile and fun, who love to tease young men or gatal, eat alot, lazy and talk loud.

While i consider myseld as lonely woman with no one around who struggle to wake up and cheer up herself each morning, who try to lost weight by any means, and encourage herself that it is ok being ugly and stupid, who still hoping for unconditional love from someone who could be non exist.

Mimpi itu mungkin akan menjadi kenyataan. Tahun ini.

Posted in My thought

Out of breathe

Semenjak gw merasakan dan mulai khawatir dengan adanya lump, gw makin concern dan cemas.

Setiap hari gw mulai merasakan nafas gw makin pendek dan tersenggal. Tidak nyaman. Entah karena lump itu atau sekedar kegendutan atau ada masalah lain.

Gw ga tau sampai bisa periksa ke dokter dan itu berarti 2 bulan lagi. Gw yang selalu cemas akan sakit sendirian, semakin cemas dan ketakutan.

Meski orang bilang berfikiran positif akan membantu dalam penyembuhan tapi kondisi gw yang dalam status quo menyulitkan buat berfikir positif.

Bahkan dalam pengambilan keputusan akan masa depan pun gw ga berani. Gw hanya berani berencana untuj hari ini, tidak untuk esok hari.

Gw takut.

Posted in Curhat Colongan, My thought

Pria impianku

Kemarin malam gw mimpi. Mimpi yang menurut gw menyenangkan. Ni kayaknya gara-gara gw kekeringan kasih sayang huahahaha…

which_ryan_gosling_is_your_dream_man_featured_large
it’s not Ryan Gosling though

Seperti biasa gw bangun jam 12-1 malam. Kebiasaan. Cuma buat liat jam dan ganti channel tv, lanjut tidur lagi. Nah tidur fase ke dua ini gw mimpi. Ketemu seorang pria – jangan tana gimana ketemunya, gw ga inget – berkulit sawo matang, rambut hitam rada keriting dan kurus. Sepertinya gw kenal dia. Sepertinya. Dan berhubungan dalam pekerjaan. Sepertinya.

Dan dia jauh lebih muda (hehehehe….)

Ni orang mengajukan lamaran ke gw ala-ala bule gitu, yang nanya ke orangnya bukan langsung ke ortunya. Gw yang dah malas bercinta (huatciiiiih…..) tapi masih pengen dicintai (huahaha) dan ga percaya sama yang namanya jodoh (dah keburu males) ya rada-rada mikir dan ga percaya. Gile bo, anak kecil lamar tante-tante (ehem). Dan tu cowo keukeuh.

Bosen karena dipepet terus, gw bilang supaya dia dateng aja ke wali gw kalo emang serius dan harus menyetujui 3 syarat. Kalo ga mau ya dadah bye bye aja. Secara gw dah ga minat-minat banget buat nikah. Syaratnya gampang: ga ada resepsi mewah, ortu setuju (secara cowo gw yang sekarang, ortunya ga setuju ma gw dan gw ga mau memisahkan anak dengan orang tua) dan satu syarat lagi adalah jangan mengharapkan anak dari gw karena usia gw dah males buat punya anak. Dan tu cowo serius setuju.

Sambil mikir dan liatin tuh anak orang gw berfikir kalo dia serius maka gw bersedia meninggalkan pekerjaan gw dan bersedia hamil dan ngikutin dia. Pengorbanan yang gw anggap besar.

Sial, habis itu kebangun karena menjelang subuh. Seperti biasa gw selalu bangun jam 4 dam tergantung keadaan apakah mata mau merem lagi menunggu subuh atau tetap melotot. Seperti biasa itu juga waktu gw mengosongkan kandung kemih dan usus besar. Beres, tidur lagi. dan mimpi pun tak kembali.

Bangun pagi dengan kepala yang lebih ringan karen sebelumnya gw ditolak (banyak amat yang nolak gw, ga cuma manusia tapi juga peluang jalan-jalan).

Malam ini gw bersiap tidur dan berharap ada kelanjutan dari mimpi kemarin. Apa jadi tuh bocah ngelamar gw?

Apa perlu gw cari di dunia nyata bocah brondong yang lagi ngejar gw….

Entah lah.

Mari kita tidur dan bersiap mimpi indah.