Blog

Posted in Uncategorized

I never have experience of having a baby. Feel a little creature coming out from my body. Crying for the first time holding a baby, smooth and weak. And feel love.

Never know how desperate and tired yet happy and proud.

I give up to find love of my life

Advertisements
Posted in Uncategorized

1-800-273-8255 Logic

What if…

I tend to be suicidal. My thought of killing myself is so intense sometimes, especially during the period. It was suck, it is suck and still suck.

Gimana gw mo bunuh diri? Rumah gw ga punya palang yang cukup tinggi atau kuat untuk menahan beban 80 kilo. Gw ga mungkin dong numpang gantung diri di rumah sodara gw yang punya pagar di lantai 2. Gw pernah mimpi menggantung di pohon dalam hutan tempat biasa gw kerja. Pohonnya tinggi-tinggi dan memberikan tempat yang ideal. Gw ingin menjadi “penghuni” hutan itu. Tapi apa daya, gw takut ketinggian. Buat menggantung diri di pohon butuh manjat sedangkan naik 1 anak tangga aja gw dah keringat dingin. Lucu… mau mati tapi takut tinggi.

Gimana dengan racun. Too messy. Too dramatic dan ga cepet mati. Lagipula gw dah bertahun-tahun meracuni diri sendiri dengan junk food. Menabrakan diri? Too messy and become headline. I want a quiet death.

Kenapa gw pengen bunuh diri? I am not gay who need acceptance. Gw cuma perempuan yang tidak cantik, tidak menarik, karir buruk, kepercayaan diri rendah, shallow, anxiety, stupid, what else….

I have no one. My family is not around, have no boyfriend (not really, sorry F but it seems that marriage is not on your mind). Not so many friends, nothing to fight for. Kadang gw berfikir bahwa gw lah yang harus diperjuangkan untuk hidup, bukan karena mereka. But….

So when they discuss that number by logic, i need to re-think about suicide and why me. But i have to go. I am still alive today. Logic hope that we are alive. But i do not know tomorrow.

Posted in Curhat Colongan

Kata Raisa: cewek pasti punya Dream Wedding

Dream wedding gw apa ya?

Hmmmmm…..

Gue cuma ingin hanya dihadiri oleh orang-orang yang gw inginkan dan pasangan gw inginkan.

Ga perlu pesta mewah. Tapi yang hangat dan akrab.

Ga mau musik dangdut ala kawinan orang sini tapi musik yang bisa menghidupkan dan bergembira.

Khidmat ketika akad.

Potluck! gw ga perlu kado atau hadiah uang.

tapi yang paling penting adalah: Nemuin orang yang bersedia jadi pasangan gw dan mau mewujudkan mimpi gw.

Posted in Uncategorized

Cheating

Gw ga pernah lepas dari medsos. My guilty pleasure hehe… bahkan beberapa menit sekali gw cek. Daaang… gw ngerasa kalo dah mulai candu. Habis nulis ini, gw off deh hp 😁.

So, satu hari muncul di timeline gw foto seorang pria yang berciuman dengan seorang wanita. Mata saling terpejam. Ga seksi, ga menggairahkan dan ga artistik what so ever. Cuma dua orang menempelkan bibir dengan wagu tapi sepertinya dua orang itu menikmati. Sepertinya itu kaptur dari bbm. Tertulis namanya lawan bicaranya adalah mamah dan sepotong percakapan: rindu masa-masa seperti ini.

Biasa. Soalnya ada yang lebih luar biasa yang bisa muncul. Kayak kasus penyedotan knalpot oleh seorang transgender. Tapinya pasangan itu saling menikmati gairah. Deg-degan tapi ingin. Dan yang lebih luar biasa adalah gw bisa mengidentifikasi sang pria sebagai suami dari teman yang mengupload gambar itu di sosmednya!

What the hell????!

Gw kenal si istri sejak dia belum menikah. Cuma teman maya karena gw kesulitan berteman di dunia nyata. She was a cheerful girl. Menarik, enak bercerita dan bercanda dan ngobrol. Ceria dan ga mudah tertipu cinta sesat kayak gw. Dia juga tahu kejahatan gw yang mempermainkan beberapa orang just because i am a goofy (my voice is sexier than my face and body 😁).

So saat suatu hari dia bilang kalau ada seorang pria yang mengganggunya dan bikin dia sebek, gw dah berfikir berbeda. Ni lagi diincer nih. Dan memang butuh usaha dan upaya buat mendekati temen gw. Minimal green tea smoothie keluar.

So one day she got married, had son and another son and sounds happy. Meski jarang nunjukin kebahagiaannya di sosmed tapi sesekali postingan muncul dengan istilahnya, gw tau dia bahagia. Jadi ketika posting ciuman antara suaminya dan perempuan ga dikenal itu keluar, gw jadi ga paham.

———————————————————

Ada apakah dengan cinta? Kemana cinta itu pergi? Lupakah dengan perjuangan mendapatkan cinta? Lupakah bahwa hasil cinta kalian ada anak-anak yang dihasilkan?

Kalau tidak cinta kenapa menikahinya? Apakah demi hasrat, pandangan dari orang lain, atau keinginan sesaat tanpa memikirkan perasaan? Gw ga ngerti.

Apakah perselingkuhan itu hasil dari kebosanan rumah tangga? Atau ingin mencicipi pengalaman baru? Atau kegagalan dalam menemukan kesatuan? Atau tersadar bahwa dia lah yang kumau, bukan perempuan yang kutiduri dan ibu dari anak-anakku?

Gw ga ngerti.

Teman gw melepaskan semuanya: karir, pekerjaan, kebebasan, kemandirian untuk bersama lelaki yang dia anggap mencintai dan akan bersamanya. Dan lelaki itu menghempaskan begitu saja perempuan yang dia kejar, nikahi dan hamili, ibu dari anak-anaknya.

Gw ga ngerti.

Yang gw ngerti patah hati akibat cinta itu sakit dan butuh lama buat healing. Rusak semuanya. Itu gw sendirian. Cuma patah hati akibat pacar semu. Gimana dengan patah hati akibat suami selingkuh?

Gw ga tahu dan ga paham.

Terakhir gw bertanya pada teman gw, she said that she is fine, she doesn’t care to her husband anymore and she has a lover now.

Gw makin ga ngerti. Kenapa ga selesaikan semua dan baru looking for someone new or with someone new. Atau ini balas dendam.

Hope the best for her and kids. It is not just about her but also her kids. It makes me happy for being single -nothing to consider.

————-

I believe my man will not cheat on me as i will not cheat on him. But what if he chooses to be with other woman? His family disagree his relationship with me.

Is it cheating?

Posted in Curhat Colongan

1-2 hari setiap bulan

Ada 1-2 hari dalam 1 bulan yang selalu bikin tepar. Rutin. Tidak bisa dielakan. Selama masih normal. Satu-dua hari itu benar-benar bikin otak berkecamuk: berangkat kerja atau tidak? Kalaupun berangkat kerja, tidak akan bisa sepenunya berkonsentrasi, kalau tidak berangkat kerja, akan masuk ke dalam catatan pegawai tidak berkinerja.

Menjelang hari H, emosi yang dirasakan biasanya mulai dari rasa tidak sabar yang tidak bisa dijelaskan. Hal-hal kecil yang biasanya dimaklumi dapat menjadi masalah besar. Harus selalu menahan diri untuk tidak mudah terpicu. Kasus minggu lalu adalah saat teman yang memang biasanya lambat dan selalu mengulur waktu menjadi korban kemarahan. Biasanya hal itu dimaklumi dengan mempercepat waktu janjian. Ujung-ujungnya toh sama aja: ke wc dulu, mo shalat dulu (padahal dari tadi dah diingatkan), mo pipis lagi…. Duh… minggu kemarin hal yang biasa dia lakukan menjadi hal yang memicu bom kemarahan.

Muka sangat berminyak. Gw yang ga biasa melap muka pun sempat heran ketika melihat tangan gw mendadak kusam dan mengkilat akibat minyak di muka yang gw usap karena gelisah. Gelisah juga menjadi satu pertanda. Mendadak semua menjadi sumber kegelisahan. Bahkan sampai memuncak menjadi tangisan. Dan semalam menjelang hari H, gw menangis tersedu-sedu akibat kegelisahan yang semakin memuncak. Hasil dari segala pemikiran akan kegagalan.

Perut begah, kembung dan semakin membuncit. Perasaan ni perut ga enak banget. Ketika hari H tiba, semakin sakit, ga bisa digambarkan. Beda dengan sakit perut akibat salah makan atau maag. Sekeliling perut terasa digempur. Bagian bawa pinggang pegeeeeeeeel yang ga bisa diurut. Diusap sih rasanya enak banget tapi antara keinginan mengusao dan menahan sakit tuh bikin galau.

Badan terasa dingin. Seperti dalam es. Dingin yang berasal dari dalam. Diselimuti tebal pun akan tetap terasa. Paling enak kalau dikasih botol panas di perut, tapak kaki dan tapak tangan. Baru terasa nyaman. Bagian kewanitaan rasanya pegel dan enak banget kalo nongkrong diatas toilet. Meski pegal tapi ada rasa nyaman. Buat gw ada tambahan lain: kaki rasanya seperti ditusuk, terutama kaki sebelah kiri yang bikin gw seperti harus berjalan diseret. Kepala sakiiiiiit…. Migrain atau sakit seluruh. Kadang kalau rambut disentuh terasa ngilu yang menyakitkan.

Diare atau sembelit. Hanya dua pilihan itu. Dan dua-duanya sangat tidak menyenangkan. Diantara sakit perut yang hebat akibat kontraksi uterus, terjadi juga kontraksi di usus besar. Rasanya tangisan ga akan bisa menghentikan semua sakit namun bisa sedikit melegakan.

Dan ketika first blood flew for the first time, the disaster flew too…. I need to sit down or find a perfect position to ease the pain. Yang paling utama adalah gw harus tidur! Closed my eyes and take a rest. Ngantuk yang dasyat seperti ga tidur berhari-hari dan kalau ga tidur kepala pusing. Semua keluhan yang gw tulis diatas pun akan terjadi dan tidur adalah satu-satunya obat yang bisa meredam. Ambil posisi lurus, terlentang, kepala lebih tinggi dan selimut. Namun tidak semudah itu untuk terlelap, butuh usaha untuk melupakan sakit, rasa ingin kebelakang, kepala nyut-nyutan dan terlelap.

Biasanya gw mengalami sakit selama 5 jam sejak darah pertama. Jadi bisa dihitung kapan gw bisa sehat kembali. Kalau gw terbangun sebelum waktunya, siap-siap untuk menikmati sakit. Semua proses healing itu hanya bisa dilakukan di tempat yang nyaman: rumah. Namun ga setiap saat gw bisa menikmati kemewahan karena gw harus bekerja dan berkompromi dengan situasi. So kadang gw meringkuk di sudut kantor atau pantry mencoba menikmati sakit.

Ga semua perempuan mengalami yang gw alami. Ada yang melewatinya dengan mudah, ada yang menderita seperti gw dan bahkan ada yang lebih. Gw ga tau apa penyebabnya dan gw ga paham kenapa beberapa orang terutama pria tidak memahami penderitaan gw dan beberapa wanita lainnya. Tapi gw cuma bisa memaklumi orang yang ga bisa memaklumi gw dan beberapa wanita lainnya yang harus menderita ketika mengeluarkan telur setiap bulannya

Posted in My thought

Tidak beruntung tahun ini

Ditolak aplikasi training di China

Ditolak lamaran magang di Inggris

Paper ditolak

Terpaksa harus bikin proposal dan cari sekolah – d’oh

Paper tidak terbit sama sekali dari tahun kemarin

Tidak ada satupun yang mengikutsertakan dalam projectnya

Cut the contacts with others

Have lump

and it is already almost the end of the year

Feel so frustrated…..

People blame me for being lazy and so self-centered

while I am trying to prove myself that I am alright with all those failure

Want to cry but cry won’t help me.