Posted in Curhat Colongan

1-2 hari setiap bulan

Ada 1-2 hari dalam 1 bulan yang selalu bikin tepar. Rutin. Tidak bisa dielakan. Selama masih normal. Satu-dua hari itu benar-benar bikin otak berkecamuk: berangkat kerja atau tidak? Kalaupun berangkat kerja, tidak akan bisa sepenunya berkonsentrasi, kalau tidak berangkat kerja, akan masuk ke dalam catatan pegawai tidak berkinerja.

Menjelang hari H, emosi yang dirasakan biasanya mulai dari rasa tidak sabar yang tidak bisa dijelaskan. Hal-hal kecil yang biasanya dimaklumi dapat menjadi masalah besar. Harus selalu menahan diri untuk tidak mudah terpicu. Kasus minggu lalu adalah saat teman yang memang biasanya lambat dan selalu mengulur waktu menjadi korban kemarahan. Biasanya hal itu dimaklumi dengan mempercepat waktu janjian. Ujung-ujungnya toh sama aja: ke wc dulu, mo shalat dulu (padahal dari tadi dah diingatkan), mo pipis lagi…. Duh… minggu kemarin hal yang biasa dia lakukan menjadi hal yang memicu bom kemarahan.

Muka sangat berminyak. Gw yang ga biasa melap muka pun sempat heran ketika melihat tangan gw mendadak kusam dan mengkilat akibat minyak di muka yang gw usap karena gelisah. Gelisah juga menjadi satu pertanda. Mendadak semua menjadi sumber kegelisahan. Bahkan sampai memuncak menjadi tangisan. Dan semalam menjelang hari H, gw menangis tersedu-sedu akibat kegelisahan yang semakin memuncak. Hasil dari segala pemikiran akan kegagalan.

Perut begah, kembung dan semakin membuncit. Perasaan ni perut ga enak banget. Ketika hari H tiba, semakin sakit, ga bisa digambarkan. Beda dengan sakit perut akibat salah makan atau maag. Sekeliling perut terasa digempur. Bagian bawa pinggang pegeeeeeeeel yang ga bisa diurut. Diusap sih rasanya enak banget tapi antara keinginan mengusao dan menahan sakit tuh bikin galau.

Badan terasa dingin. Seperti dalam es. Dingin yang berasal dari dalam. Diselimuti tebal pun akan tetap terasa. Paling enak kalau dikasih botol panas di perut, tapak kaki dan tapak tangan. Baru terasa nyaman. Bagian kewanitaan rasanya pegel dan enak banget kalo nongkrong diatas toilet. Meski pegal tapi ada rasa nyaman. Buat gw ada tambahan lain: kaki rasanya seperti ditusuk, terutama kaki sebelah kiri yang bikin gw seperti harus berjalan diseret. Kepala sakiiiiiit…. Migrain atau sakit seluruh. Kadang kalau rambut disentuh terasa ngilu yang menyakitkan.

Diare atau sembelit. Hanya dua pilihan itu. Dan dua-duanya sangat tidak menyenangkan. Diantara sakit perut yang hebat akibat kontraksi uterus, terjadi juga kontraksi di usus besar. Rasanya tangisan ga akan bisa menghentikan semua sakit namun bisa sedikit melegakan.

Dan ketika first blood flew for the first time, the disaster flew too…. I need to sit down or find a perfect position to ease the pain. Yang paling utama adalah gw harus tidur! Closed my eyes and take a rest. Ngantuk yang dasyat seperti ga tidur berhari-hari dan kalau ga tidur kepala pusing. Semua keluhan yang gw tulis diatas pun akan terjadi dan tidur adalah satu-satunya obat yang bisa meredam. Ambil posisi lurus, terlentang, kepala lebih tinggi dan selimut. Namun tidak semudah itu untuk terlelap, butuh usaha untuk melupakan sakit, rasa ingin kebelakang, kepala nyut-nyutan dan terlelap.

Biasanya gw mengalami sakit selama 5 jam sejak darah pertama. Jadi bisa dihitung kapan gw bisa sehat kembali. Kalau gw terbangun sebelum waktunya, siap-siap untuk menikmati sakit. Semua proses healing itu hanya bisa dilakukan di tempat yang nyaman: rumah. Namun ga setiap saat gw bisa menikmati kemewahan karena gw harus bekerja dan berkompromi dengan situasi. So kadang gw meringkuk di sudut kantor atau pantry mencoba menikmati sakit.

Ga semua perempuan mengalami yang gw alami. Ada yang melewatinya dengan mudah, ada yang menderita seperti gw dan bahkan ada yang lebih. Gw ga tau apa penyebabnya dan gw ga paham kenapa beberapa orang terutama pria tidak memahami penderitaan gw dan beberapa wanita lainnya. Tapi gw cuma bisa memaklumi orang yang ga bisa memaklumi gw dan beberapa wanita lainnya yang harus menderita ketika mengeluarkan telur setiap bulannya

Advertisements

Author:

Woman. Single.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s