Posted in Curhat Colongan, My thought

Ada apa dengan saya?

Kaca dihadapan saya tetap membeku. Masih menunjukan wajah yang sama. Wajah yang setiap pagi muncul dan mencoba mengaplikasikan segala macam krim, pupur, warna dan berusaha membentuk semua yang dianggap salah menjadi sesuatu yang dianggao benar.

Alis saya tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis. Hitam. Melebar di bagian ujung dan memiliki kekhasan di bagian pangkal. Keturunan dari ayah. Alis sebelah kiri ujungnya mencuat. Alis sebelah kanan agak lebih baik. Saya tidak puas dengan alis sebelah kiri dan pernah berusaha membuangnya yang menyebabkan sekarang alis sebelah kiri menjadi sedikit lebih buntung. Tapi pola mencuatnya tidak menyerah. Tetap ada. Menyebabkan saya harus rajin merapikannya supaya tidak seperti alis Kaisar Ming. Musuhnya Flash Gordon. Meski hanya sebelah.

Matanya saya seperti ladam. Kacang Almond. Dengan lipatan mata – yang menurut saya – cantik. Bola mata saya coklat. Sesuatu yang tidak pernah saya perhatikan sampai seorang teman menatap lekat-lekat dan bilang: “you have beautiful brown eyes“. Bikin tersipu-sipu.

Hidung. Hidung saya pesek. Ga ada yang menarik dari hidung pesek ini. Ada bekas cacar di batang hidung pesek ini. Dengan hidung ala bemo di ujungnya. Si hidung ini bikin masalah: kaca mata selalu melorot karena ga ada penyangga selain kuping. Lubang hidungnya suka menghembus keras kalo kecapekan. Kayak lubang hitam yang menghisap planet sekitarnya, maka ini lubang hidung berusaha merampas oksigen dari lingkungan sekitar, bahkan oksigen yang berusaha masuk ke hidung orang lain.

Bibir dan mulut saya tidak cantik. Tidak ranum memerah. Tidak juga seperti sejuring jeruk yang menggairahkan. Tulang pipi saya tinggi. dan gembil menurut beberapa orang. Jidat saya lebar. Sesuatu yang dulu saya sembunyikan di balik lapisan poni tipis yang berusaha sekuat tenaga melaksanakan tugasnya dengan tidak sempurna.

Kulit muka saya coklat. Lebih tua dari warna kulit tangan apalagi kulit badan. Ada 3 warna di tubuh saya: Coklat tua (muka), coklat sedang (tangan) coklat muda (kaki dan badan). Kadang suka iseng memfoto perbedaan warna kulit ini. Rambut saya berusaha memastikan saya dapat menjawab: aku punya rambut juga koook… Tipis akibat rambut yang halus.

Seperti kata iklan susu: pertumbuhan kok ke samping. Itu yang terjadi pada saya. Mereka menolak tumbuh keatas dan memilih ke samping (atau ke depan atau ke belakang). Sesuatu yang dulu bikin saya minder dan berusaha menutupinya dengan jaket yang bikin saya makin membulat.

Dagu saya memiliki belahan yang hanya terperhatikan jika dilihat baik-baik. Akibat tertumpuk lemak. Kalau saya tertawa, lesung pipit samar akan muncul di pipi kiri. Hanya terperhatikan jika orang melihatnya baik-baik. Tahi lalat pemanis pipi mulai tersamarkan dengan jerawat dan noda matahari.

Ga ada yang menarik jika tidak diperhatikan.

Cermin didepan saya masih menunjukan roman dan perawakan yang sama. Hanya bertambah kerutan di garis tertawa dan ujung mata. Kerutan akan terus bertambah sejalan dengan pertambahan usia.

Ga ada yang menarik.

============================================================

“tapi, kenapa orang yang lebih ga sempurna bisa mendapatkan pasangan?”tuntut teman saya.

” iya ya. Padahal si itu tuh yang begitu tuh…” kami mulai membandingkan.

“Aku kalo jadi lelaki, malas lah… tapi kok bisa ya”

“Iya. Apa kita kurang baik? apa kita jahat sama orang? judes?”

“atau kita kurang berdoa pada tuhan?”

“kita kurang genit? kita kurang ramah?”

“kita ga cantik?”

Kami mulai mengurut semua alasan yang bisa dibuat untuk menjawab pertanyaan kenapa kami belum terpilih untuk menikah.

Kenapa tidak seorang pun yang mau meminang kami.

Rasanya sedih dan marah secara bersamaan. Sedih dan marah karena dunia memilih menyingkirkan kami dalam sejarah evolusi manusia. Mematikan gen yang akan diturunkan pada keturunan kami. Memusnahkan garis keturunan dari lineakage kami. Musnah.

Tuntutan dari dalam tidak hanya mendesak nurani. Tuntunan dari luar lebih menikam.

“kok ga nikah sih? kapan nyusul”

“nanti tuanya sendirian loh”

“cantik (tidak berlaku pada saya), pendidikan tinggi, kerjaan ada, tapi kok ga laku?”

“kamu ga ada pahala loh. Pahala yang besar itu adalah melayani suami”

“Menikah itu sebagian dari menegakan iman. Kamu kapan?

Agama pun mendadak jadi ancaman. Surga terasa jauh. Bidadara yang dijanjikan pun serasa terbang melayang.

=================================================

Kami terdiam. Ga bisa menentukan apa salah kami. Kekurangan mungkin banyak. Apakah sedemikian kurangnya sehingga tidak ada yang bersedia memilih?

Helaan napas dan tegukan kopi di sela-sela keheningan.

================================================

Kami berpisah. Kembali ke rumah masing-masing. Duduk sendirian. Dihadapan saya TV memutarkan program the Bachelorette (kenapa jugaaaaa masuk ke siaran kayak ginian). Jahitan kristik pembunuh waktu saya tergeletak di meja. Pikiran terbang. Sedih rasanya. Marah rasanya. Saat yang lain menghadiri wisuda anak, saya hanya berharap saya seharusnya disamping seorang anak yang mungkin saat ini sudah besar. Saat seseorang bilang: “pasanganku seusia kamu”, rasanya ingin teriak dan bilang: “i wish someone tell me that too!”. Saat melihat seorang anak dipeluk dan mencium ibunya, rasanya ingin merebut dan bilang: I long to kiss and hug my own baby. Saat seorang anak tersia-siakan, rasanya ingin saya ambil dan bilang you are not alone and you are loved.

=======================================================

Saya masih menatap wajah yang tidak menarik ini. Tidak menarik buat orang lain bahkan buat saya.

======================================================

Mungkin jodoh saya di surga? tapi kalau tidak masuk surga gimana?

Mungkin jodoh saya masih belum lahir? apakah ketika dia lahir, saya sudah menjadi mayat?

Apakah jodoh saya beda alam? saya alam nyata dan dia alam ghaib?

Entah.

 

 

 

Advertisements

Author:

Woman. Single.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s